Kusambut pagi hari

Kusambut pagi hari ini dengan semangat yang lebih dari pada hari kemarin. Ya, pagi ini aku kembali ke sekolah setelah beberapa hari ini aku absen. Bagaimana murid-muridku? Apa yang terjadi dengan mereka? Bagaimana mereka selama ini. Tiga hari aku tak berjumpa dengan mereka namun rasanya lama sekali.

Sejak hari Kamis aku tidak masuk kelas karena anakku, Ilyas yang baru berumur 17 bulan, jatuh sakit. Rabu sore sepulang dari sekolah kudapati badannya panas. Beberapa kali dia muntah. Selain itu, dia juga tak mau makan. Setiap aku atau istriku mencoba menyuapinya dengan nasi, bubur, atau roti, dia selalu menggeleng, menolak, dan menangis. Oleh sebab itulah, pada Kamis pagi aku memutuskan untuk memeriksakannya ke dokter. 

Sebenarnya aku memiliki janji kepada anak-anak untuk praktik mengukur curah hujan, pelajaran kelas tiga SD. Namun, bagaimana lagi? Bagaimana pun kesehatan keluarga adalah yang terpenting. Teman-teman juga mengatakan demikian. 

Hasil diagnosa dokter mengatakan bahwa anakku terkena radang saluran pencernaan. Mungkin itulah yang menyebabkan tidak enak untuk makan. Perut yang kosong juga menyebabkannya merasa mual. Memang berat, sedih rasanya ketika anak sekecil itu jatuh sakit. Kita hanya dapat melihat dia menangis, sementara apa yang dia rasakan, bagian mana yang sakit, dan apa yang diinginkannya, dimauinya, juga tak bisa diungkapkannya dengan kata.


Nah, alhamdulillah, pagi ini Ilyas sudah agak baik. Dia sudah tidak muntah-muntah lagi. Badannya juga tidak sepanas kemarin meskipun keningnya masih terasa agak hangat. Adapun yang sedikit menggembirakanku adalah dia sudah mau makan meskipun hanya secuil-secuil. Aku bersyukur pada perkembangannya. Juga, karena dia tidak jadi opname di rumah sakit.

Maka, hari ini aku berangkat lagi ke sekolah. sejenak meninggalkan anakku, seperti biasa, dan kembali menemui murid-muridku di sekolah ini. Sambil tak henti-hentinya kusambut pagi hari dengan mengucap syukur, dan kunyanyikan lagu yang biasa dinyanyikan anak-anak.

pagiku cerahku
matahari bersinar

....

 
Previous
Next Post »

Terima kasih telah membaca.
Berikan tanggapan Anda di kolom komentar. EmoticonEmoticon