Bermain Peta Harta Karun

Akhirnya...

Setelah sekian banyak waktu aku hanya berangan-angan untuk bermain peta harta karun bersama anak-anak, pagi ini alhamdulillah bisa kesampaian juga. Hehehe. Ya, Kamis 12 November 2015, dalam program moorning meeting Kamis pagi, anak-anak kelas 3B secara berkelompok bermain "berburu harta karun".


Permainan inilah yang telah lama diinginkan anak-anak, bahkan sejak awal masuk tahun ajaran baru 2015/2016 ini mereka sudah mengusulkan permainan ini. (baca: memahami keinginan siswa dalam pembelajaran). Penyebabnya mungkin karena dulu pada saat kelas 2 mereka mereka diajak memainkan permainan ini oleh wali kelasnya. Ya, siapa lagi kalau bukan Mister Tammy alias Pak Dika Prestama.

Cara mainnya sebenarnya gampang. Akan tetapi, kadang kita sebagai guru suka mikir ribet sendiri yang akhirnya tidak jadi main. Nah, di kelas ini pun, nyaris saja permainan ini tidak terlaksana andai aku tidak kadung janji pada anak-anak. Ceritanya, minggu lalu ada dua anak yang ngambek tidak mau ikut moorning meeting karena permainan yang terpilih kemarin tidak sesuai dengan keinginan mereka. Jadilah saya janji minggu depan (hari ini) kami akan main berburu harta karun. Hahaha. Ada-ada saja.

Beberapa hal yang perlu disiapkan untuk permainan peta harta karun adalah:
1) Hadiah, tentu saja, sebagai "harta karun" yang dicari/diburu itu. Hadiah tidak perlu mahal atau banyak, yang penting tujuan permainan tercapai.
2) Peta harta karun. Ini juga tidak perlu bagus-bagus amat, yang penting ada dan jelas. Contoh peta yang berkualitas jelek ada di gambar. Hehehe.
3) Rute dan skenario/aturan permainan. Bagaimana aturan mainnya, mungkin ada banyak versi. Kalau saya sendiri, mengingat waktu yang relatif singkat (hanya satu jam pelajaran), dan medan permainan yang relatif minim, maka skenario permainan itu pun mungkin juga masih jauh dari sempurna. Yang penting hepi, begitulah kataku, dan kata anak-anak.


Hari yang dinantikan pun tibalah. Saya berangkat dari rumah lebih pagi dari pada biasanya. Sebab, permainan akan dilaksanakan pada jam pertama. Kira-kira pukul 05.40 saya berangkat dari Ambarawa ke sekolah. Sampai di sekolah saya langsung menempatkan "harta karun" di tempat yang sudah saya rencanakan. Selain itu, saya tempelkan beberapa kertas petunjuk/klu di beberapa tempat/pos yang akan dilewati oleh anak-anak. Tinggal menunggu bel tanda pelajaran dimulai, yang sekaligus bagi kami berarti permainan pun dimulai. :-)

Setelah anak-anak siap, kubagi mereka menjadi dua kelompok: biru dan hijau. Mereka mengambil undian kelompok masing-masing, bukan saya yang membagi, biar adil kan. hehehe. Setelah kelompok terbentuk, kuminta mereka membuat yel-yel semangat.

Waktunya berangkat. Dua pemimpin kelompok maju untuk bersuit, yang menang akan mendapatkan peta harta karun dan sebuah soal sederhana. Dengan.menjawab benar soal tersebut, mereka bisa langsung memulai perburuan.

Soalnya seperti ini: "Dora bangun pukul 04.00. Dora sangat bersemangat pagi itu. Sebab, dia akan berburu harta karun. Dia akan berangkat 3 jam setelah dia bangun. Pertanyaannya, pukul berapakah Dora akan berangkat mencari harta karun?"

Gampang saja anak-anak menjawabnya. :-) Mereka pun bergegas melihat peta. Mereka kini harus berjalan 30 langkah sesuai peta menuju ke suatu tempat. Saya arahkan mereka ke tempat bermain.

Di sana, tim biru harus mencari petunjuk berupa kertas warna biru yang kutempelkan tersembunyi di sekitar arena bermain. Begitu pula tim hijau, mereka harus mendapatkan petunjuk berwarna hijau.

Mereka berkeliling mencari-cari. Seorang anak dari tim biru berteriak ketika menemukan petunjuk warna biru. Dia membacanya: "WARNING!!! Bukan ini petunjuknya. Jangan menyerah! Cari lagi!" Hihihi. Akhirnya baik tim.biru maupun tim hijau pun berhasil menemukan petunjuk yang dimaksud. Mereka secara hampir bersamaan, menemukan petunjuk yang bertuliskan: "Berjalanlah menuju kolam. Temui seorang guru yang akan menunjukkan di mana harta karun berada. Guru itu bernama S."

Selanjutnya, tentu saja mereka berlarian ke sekitar kolam. Tapak-tapak sepatu mereka penuh dengan tanah tebal menempel, dan itu membuat kotor lantai koridor sekolah. Hehehe. (Maaf ya Mas Joko, Mas Wawan, Mas Yudi, dan Pak Ju. Panjenengan harus sedikit repot-repot membersihkannya kembali. :) Maaap). Anak-anak sih tidak peduli. Pada pikir mereka, mereka harus segera menemukan guru bernama S. Beberapa kemungkinannya adalah: Pak Saeful, Pak Suliyan, dan Bu Sari.

Maka, ketika mereka mendapati pak Saeful dan Pak Suliyan, mereka langsung menyerbu dua guru keren berinisial S itu. Huahahahaa.

Kini, mereka hampir sampai pada harta karun yang dicari. Oleh Pak Saeful dan Pak Suliyan, mereka lagi-lagi mendapat soal matematika. Soal itu bertulis: "Dora telah berjalan jauh sekali untuk mencari harta karun. Dia berjalan sejauh 17.000 m + 14 km. Berapa jarak yang telah ditempuh Dora?"

Tanpa kesulitan berarti, mereka bisa menjawab dengan tepat. Maka sesuai janji "dua penjaga harta karun" (wkwkwk) itu memberi tahu pada mereka di mana harta karun berada dengan selembar kertas rahasia. Kertas itu bertuliskan: "Harta karun itu berada di bawah.pohon K _ _ _ EN".

"Di bawah pohon kersen! Pohon kersen!" teriak mereka.

Ya. Akhirnya "harta karun" itu pun berhasil ditemukan. Tim Hijau yang lebih dahulu menemukan harta karun mereka. Maka, tim hijau keluar sebagai pemenangnya.

Lalu, apakah mereka gembira dengan harta karun yang mereka dapatkan? Kebanyakan dari mereka bergembira. Tapi sayangnya, masih saja ada anak yang tidak, karena: 1) timnya, tim biru, kalah, 2) harta karun itu "cuma" berupa snack sejumlah 6, sesuai jumlah anak pada masing-masing kelompok.
Dia bilang, "Kalau dulu waktu kelas dua, jajannya banyak, Pak." Hadduuh.. Ha ha ha ha.

Tidak masalah. Sebab tujuan dari permainan ini bukan melulu pada hadiah, tetapi mengasah kecerdikan dan kekompakan tim, serta memupuk rasa saling berbagi. Saya menjelaskan demikian kepada anak-anak.

Baiklah, anak-anak, sampai jumpa pada permainan-permainan mengasyikkan lainnya pada waktu-mendatang. Jangan lupa, besok pagi, Jumat 13 November 2015 kalian harus tampil pada pentas musik ritmis kelas 3B kaaannn??? Maka siapkan diri kalian! :-)

Dan aku pun menarik napas lega. Satu janji telah terpenuhi, yaitu Bermain Peta Harta Karun!

Alhamdu...??? Lillaaah...


Previous
Next Post »

Terima kasih telah membaca.
Berikan tanggapan Anda di kolom komentar. EmoticonEmoticon