Ayo Mengenal Bumbu Pawon/Bumbu Dapur



Dalam hatiku, aku pernah punya angan-angan dan keinginan seperti ini: Program Kamis Pagi akan selalu dinanti-nantikan oleh anak-anakku. Pada Morning Meeting Kamis Pagi itu, aku ingin semua anak-anakku gembira, tidak ada satu pun yang bersedih. :)

Beberapa minggu tlah terlewati, dan kami sudah Program Kamis Pagi dengan beberapa kegiatan seperti "Aku Ingin", "Ayo Berimajinasi", "Ayo Main Engklek", dan "Ayo Main Gobak Sodor". Sampai di situ, aku rasa anak-anakku semuanya senang meskipun ada satu usulan yang masih belum bisa kupenuhi hingga saat ini, yaitu "Ayo Mencari Harta Karun". :( (Yah, sabarlah, Nak! Suatu saat, Insyaalloh kita mainkan).

Nah, pada Kamis kemarin, aku mengajak anak-anakku untuk mengenal bermacam-macam bumbu dapur (bumbu pawon). Idenya sederhana saja. Berawal dari obrolan dengan anak-anak, aku menggoda mereka dengan pertanyaan apakan mereka bisa memasak. Beberapa dari mereka, terutama yang perempuan, dengan ngotot menjawab "BISA". Aku belum berhenti untuk meledek mereka dengan mengatakan, "Bisa? Beneran nggak nih? Paling cuman masak air, atau masak indomi." Yah, jayus memang. Hihihi. Akan tetapi, dengan berapi-api mereka menjawab, "Wah, Pak Rifan ngece! Aku malahan bisa masak cake, kue!"

Maka, demikianlah awalnya aku punya ide, Kamis 10 September 2015, judulnya adalah "Ayo Mengenal Bumbu Pawon!" 

Ayo Mengenal Bumbu Dapur/Pawon


Sekaligus aku ingin menyampaikan kepada mereka, bahwa bumbu-bumbu penyedap masakan yang alami itu lebih bagus dan lebih sehat daripada bumbu-bumbu instan. Tapi ya itu tadi, asal kita tahu kegunaan masing-masing yaa. Jangan sampai kita salah resep. Misalnya, untuk mengobati penyakit kulit (panu) kita malah mengoleskan kunir/kunyit di bagian yang kena panu, hihihi.

Dan, Alhamdulillah, anak-anak cukup antusias ketika melihatku masuk kelas dengan membawa jahe, bawang merah, bawang putih, daun salam, serai, daun jeruk, lengkuas, dan lain-lain.

Tes awal, mereka kuberi pertanyaan, "Di antara kalian, siapa tahu manfaat kencur?"

Seorang mengangkat tangannya, dan sigap menjawab dengan lantang, "Itu bisa buat jamuu! Jamu beras kencur!"

Bagus! Aku membatin, ini akan menarik! Kulanjutkan dengan manfaat-manfaat yang lain. Ternyata, anak-anak bisa menjawab misalnya, kegunaan lengkuas salah satunya adalah untuk membuat sayur oseng-oseng, serai untuk membuat opor, kunci digunakan ketika membuat sayur bayam.

Sekarang, ayo kita mulai kegiatan kita mengenal bumbu pawon:
  1. Mula-mula, kuperlihatkan kepada anak-anak bumbu-bumbu pawon tersebut. Tidak lupa kutuliskan namanya.
  2. Secara bergiliran, anak-anak aku persilakan maju satu per satu untuk mengamatinya. Mereka bebas untuk mengamati bentuknya, meraba, dan mencium baunya. Mereka boleh pula memotong/mematahkan jahe, kencur, kunyit, daun jeruk, dsb untuk lebih merasakan baunya.
  3. Setelah itu, kusajikan kepada mereka 10 (sepuluh) gelas yang telah kuberi nomor, dan berisi masing-masing bumbu tersebut.
  4. Nah, sekarang saatnya tes. Anak-anak kuminta menebak isi gelas-gelas tersebut dan menuliskannya ke dalam kolom yang telah disediakan. :)
Kira-kira bagaimana hasilnya ya? Apakah mereka bisa menebak dengan benar? Mau tahu berapa skor yang dicapai anak-anak? Hihihi. Hasilnya, hanya ada dua anak yang mendapat nilai 60 (enam puluh). Dua anak itu dapat menebak 6 jawaban dengan benar. Tiga anak mendapat nilai 70, satu anak mendapat nilai 80, dan sisanya bisa menjawab sepuluh isi gelas dengan benar dan mendapat nilai 100! Horee!! Hihihi.

Nah, asyik kaan? Ya, asyik sekali! Adik-adik di rumah, berapa macam bumbu dapur yang sudah kalian ketahui? Jika belum tahu, bersegeralah, ayo mengenal bumbu dapur. Jika kalian sudah tahu, maka jangan lupa, bantu-bantu ibu/ayah memasak di rumah yaa...! :)

Berikut ini foto-foto kegiatan kemarin.

Ayo Mengenal Bumbu Dapur/Pawon

Ayo Mengenal Bumbu Dapur/Pawon

Ayo Mengenal Bumbu Dapur/Pawon

Ayo Mengenal Bumbu Dapur/Pawon

Ayo Mengenal Bumbu Dapur/Pawon

Ayo Mengenal Bumbu Dapur/Pawon

Ayo Mengenal Bumbu Dapur/Pawon

Ayo Mengenal Bumbu Dapur/Pawon

Previous
Next Post »

Terima kasih telah membaca.
Berikan tanggapan Anda di kolom komentar. EmoticonEmoticon