Wisata Religi: Ziarah ke Makam Sunan Muria Bersama Ilyas

Ziarah ke Makam Sunan Muria Kudus
Ziarah ke Makam Sunan Muria




 “Jangan tidur terlalu malam! Besok pagi Ibu mengajak kita, termasuk Ilyas, berziarah ke Makam Sunan Muria,” kata istriku.
“He?” Aku tidak pernah naik gunung. Membayangkan naik Gunung Muria yang berketinggian kurang lebih 1.600 meter dari permukaan laut sudah membuatku capek. Hi-hi-hi.

“Ya. Ibu pernah punya niat, atau mungkin malah nadzar, untuk mengajak kita naik Gunung Muria sekaligus berziarah ke Waliyullah Raden Said atau yang kita kenal sebagai Sunan Muria.”

“Tidak masalah kalau Ilyas ikut?”

“Sepertinya, dan semoga memang tak masalah. Udara pegunungan bagus untuknya.”

“Sip. Tak masalah juga kalu aku nanti malam begadang. Leg ke-dua Real Madrid vs Juventus tak boleh dilewatkan! Ha-ha-ha!”

***
Jadilah keesokan harinya, Kamis, 14 Mei 2015, bertepatan dengan libur nasional Hari Kenaikan Yesus Kristus, Ibu mengajak kami berziarah ke Makam Sunan Muria. Kami berangkat kira-kira pukul 07.00 dengan sekali naik angkot dari rumah sampai lokasi, sekitar satu jam perjalanan.

Setiap harinya Makam Sunan Muria banyak dikunjungi oleh para peziarah. Tetapi, akan lebih ramai lagi pada hari Kamis Wage karena pada hari itu adalah hari weton Sunan Muria.  Makam Sunan Muria memang unik. Ia berlokasi di lereng Gunung Muria. Naik-naik ke puncak bukit! Cukup berat! Untuk itu  kami memilih ojek saja,  daripada kerepotan jalan kaki menanjak sambil menggendong Ilyas. :) Biasanya jasa ojek Rp 8.000,00, tetapi pada hari-hari yang ramai pengunjung seperti ini, kami membayar Rp 10.000,00. Mahal? Yah, jika iya, diniatkan untuk membagi rezeki saja. He-he-he. Oya, kalau Anda memilih ojek, bersiaplah, pegangan yang erat, karena para tukang ojek di sini menurutku mengemudi cukup kencang. Namun, tenang saja, mereka cukup berpengalaman dan pastinya sudah hapal betul dengan medan yang curam itu!

Nama asli dari Sunan Muria adalah Raden Umar Said atau Raden Said. Menurut beberapa riwayat, Raden Said adalah putra dari Sunan Kalijaga hasil pernikahan beliau dengan Dewi Soejinah, putri Sunan Ngandung. Raden Said dikenal sebagai Sunan Muria karena beliau dimakamkan di Gunung Muria, yaitu sebuah gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Kudus, Jepara dan Pati. Sunan Muria merupakan salah satu penyebar agama Islam di Pulau Jawa bersama sembilan Sunan lainnya yang lebih dikenal dengan sebutan Walisongo.

Karena istriku harus menggendong Ilyas, maka cuma aku dan ibu saja yang sempat duduk dan berdoa di lokasi makam. Itu pun tidak lama. Kami tidak sempat membaca Yasin dan tahlil, atau doa-doa panjang lainnya seperti para jamaah yang datang dari berbagai daerah itu. Tapi, kurasa itu sudah cukup.

Keluar dari lokasi makam, kami sempat beristirahat sebentar dan meminum air gunung yang segar. Bila ingin, Anda juga bisa meminum dan mengambil air dari gentong yang konon merupakan peninggalan Sunan Muria. Dijamin segar dan tentu saja halal.

Nah, kalau tadi kami naik dengan ojek, pada saat turun kami memilih untuk berjalan kaki. Sambil menikmati pemandangan, kami juga mendapati keramahan para penduduk yang berjualan di sepanjang jalan menuju lokasi parkir dan terminal. Tidak lupa kami menyempatkan diri untuk sarapan nasi pecel. Kalau Anda berpikir jajan di lokasi wisata itu selalu mahal, itu tidak sepenuhnya benar. Di sini kurasa harga sepiring nasi masih cukup murah.

Terakhir, tidak lupa kami membeli kenang-kenangan khas di sana. Kami beli tiga baju setelan bertuliskan “Wisata Religi Makam Sunan Muria”. Satu untuk anakku, Ilyas, dan dua lagi untuk Ammara dan Arsyil keponakanku. Kami juga membeli satu gambar yang dibingkai dan ditulisi nama anakku dengan huruf latin dan khat Arab. Cukup dengan membayar Rp 50.000,00. Kalau Anda ingin yang lebih murah, Anda bisa memilih yang ukurannya lebih kecil dengan harga mulai Rp 15.000,00. Adapun jajanannya, kami membeli pisang dua tundun, Hi-hi-hi.

Cukup melelahkan, memang. Namun, kurasa, kepuasan batin kami terpenuhi.

Nah, bila Anda belum pernah ke sana, segeralah ke sana. Jangan lupa, berdoa pula untuk kedua orang tua kita, sebab itu adalah bakti yang juga utama selain mengenang dan mendoakan para pejuang: Walisongo. Salam! [] 

Ziarah Makam Sunan Muria Kudus

Cinderamata Makam Sunan Muria Kudus

Previous
Next Post »

Terima kasih telah membaca.
Berikan tanggapan Anda di kolom komentar. EmoticonEmoticon