[Memorable Quotes] Kata Mutiara dalam Buku Petualangan Don Quoxote karya Miguel de Cervantes

Judul Buku      : Petualangan Don Quixote
Pengarang       : Miguel de Cervantes
Penyunting      : Fransiska Titin Y
Penerbit           : Narasi, Yogyakarta, 2006

Tebal Buku      : 80 Halaman


rifanfajrin.com



Setelah Anda membaca Resensi buku Petualangan Don Quixote karya Miguel de Cervantes, mungkin Anda ingin membaca beberapa kutipan kata-kata mutiara di dalam buku ini.

Berikut ini telah saya kumpulkan beberapa quotes yang menurut saya menarik yang ada di dalam buku ini. Selamat membaca.


*
"Aku ingin menjadi seorang ksatria," katanya suatu ketika, "dan memiliki banyak petualangan yang bisa kuceritakan dengan bangga kepada orang lain."


**
Sebilah pedang adalah tanda seorang ksatria sejati. Hati Don Quixote pun berbunga-bunga. Dia pun segera membersihkan pedangnya, dan mengasahnya hingga tajam mengkilat.


***
"Sekarang, aku harus memiliki seekor kuda. Tentu saja, kudanya harus kuat. Bagaimana mungkin seorang ksatria menunggang kuda yang lemah, sehingga mudah ambruk di medan perang?"


****
Ini adalah kuda yang sangat hebat dan kuat. Pasti dia akan jadi sahabat atau bahkan kekasih yang sangat membantu di medan perang. Ia sangat pantas untuk menjadi kuda seorang ksatria.


*****
Don Quixote mengelus-elus leher kudanya. Untuk pertama kalinya, dia mencoba mengajak kudanya berbicara. Ia pernah membaca sebuah buku yang menuturkan kebiasaan seorang ksatria untuk bercakap-cakap dengan kuda tunggangannya, sebelum mereka bersama-sama maju ke medan tempur.


***** *
Dari buku-buku yang dibacanya, seorang ksatria ketika berangkat ke medan laga selalu dilepas dengan rasa haru oleh anggota keluarga, dan ... seorang kekasih.


***** **
"Aku akan memiliki seorang kekasih juga," pikirnya. "Kalau tidak, aku bukan seorang ksatria sejati."


***** ***
.... kekasih sang ksatria--dalam buku-buku yang dibacanya--adalah wanita-wanita cantik dan anggun. Tak sebuah buku pun bercerita tentang ksatria yang kekasihnya berwajah bopeng.


***** ****
Wajahnya tidak begitu cantik, dan juga tidak terlalu anggun.
"Lebih baik tidak cantik dan tidak anggun daripada tidak punya kekasih sama sekali," kata Don Quixote di dalam hati.


***** *****
"Baiklah, aku akan mengubah namanya untuk memperbaiki kesan. Aku akan memberinya sebuah nama yang anggun."


***** ***** *
"Aku tahu! Aku akan memanggilnya Dulcinea of Toboso (Kekasih Hati dari Toboso). Bukankah itu nama yang anggun?"


***** ***** **
"Itu bukan kincir angin. Itu raksasa!" Don Quixote berteriak-teriak dan memacu kudanya mendekati kincir angin itu. Don Quixote membayangkan kalau kincir angin itu adalah para raksasa dengan tangan-tangan yang sangat besar.


***** ***** ***
Paginya mereka siap memulai perjalanan lagi. Si pemilik penginapan menghentikan mereka di halaman dan berkata, "Kalian belum bayar.

"Ksatria tidak bayar!" teriak Don Quixote sambil memacu kudanya pergi dari tempat itu.


***** ***** ****
Don Quixote, kasihan sekali, membayangkan domba-domba itu sebagai prajurit.


***** ***** *****
"Aku akan memanggil diriku sendiri dengan sebutan The Knight of The Sad Face (Ksatria Berwajah Sedih)," katanya.


***** ***** ***** *
"Sekarang," kata Din Quixote, "kalian semua harus pergi ke Toboso dan katakan pada Dulcinea kalau aku adalah seorang ksatria paling berani di dunia."


***** ***** ***** **
"Aku akan tinggal di gunung ini sampai Dulcinea mengirim balasan surat kepadaku. Aku tidak akan makan atau minum sampai Dulcinea mengatakan bahwa dia mencintaiku."


***** ***** ***** ***
"Singa itu takut padaku maka aku akan memanggil diriku 'The Knight of The Lion'."


***** ***** ***** ****
"Aku merasa tidak begitu sehat," kata ksatria, "kita akan tinggal di rumah selama satu tahun. Kemudian kita akan mulai lagi dan berpetualang lagi."


***** ***** ***** *****
Don Quixote masuk ke dalam rumah dan pergi ke kamar tidurnya. Tiga hari kemudian dia mati.

Previous
Next Post »

Terima kasih telah membaca.
Berikan tanggapan Anda di kolom komentar. EmoticonEmoticon