Kisah Abu Bakar As-Shidiq dan Uang Gajinya

Ilustrasi Uang Gaji

 
Berikut ini adalah kisah mengenai ketakwaan para sahabat dalam menjalankan amanah, dan kehati-hatian mereka dalam menerima uang gaji.


Setelah Rasul SAW wafat, Abu Bakar As-Shidiq RA menjadi khalifah. Beliau terpilih menjadi khalifah setelah melalui musyawarah para sahabat radiyallahu anhum. Beliau terpilih diantaranya karena beberapa keutamaan, yaitu beliaulah yang paling tinggi akhlaqnya, sekaligus sahabat terdekat Nabi SAW.

Abu Bakar RA dikenal sebagai seorang pedagang kain. Setelah terpilih sebagai khalifah, beliau masih berdagang kain untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari bersama keluarga.

Suatu hari, Khalifah Abu Bakar dengan membawa kain di tangannya pergi ke pasar untuk menjual kain. Di tengah jalan beliau bertemu dengan sahabat Umar bin Khattab RA. Sahabat Umar RA bertanya, "Wahai Khalifah, hendak ke manakah engkau?"

Khalifah menjawab, "Aku hendak pergi ke pasar untuk menjual kain ini."

Mendengar jawaban Khalifah, sahabat Umar berkata, "Wahai Abu Bakar, engkau kini adalah seorang khalifah. Jika engkau masih sibuk berdagang, bagaimana dengan tugas kekhalifahan?"

Khalifah Abu Bakar pun menjawab, "Jika aku tidak berdangan, bagaimana aku mencukupi kebutuhan keluargaku?"

Sahabat Umar memahami keadaan sang khalifah. Beliau kemudian mengusulkan kepada khalifah untuk pergi ke sahabat Abu Ubaidah RA. Abu Ubaidah adalah sahabat yang dipercaya mengelola Baitul Mal. Atas usul dan saran sahabat Umar RA, Abu Bakar RA akan mendapatkan gaji sebagai seorang khalifah agar beliau tetap dapat menunaikan keperluan keluarganya tanpa mengganggu tugas kekhalifahan.

Khalifah Abu Bakar RA akhirnya menyetujui usulan gaji itu, dengan permintaan besaran gaji tidak melebihi keperluan sehari-hari. Gaji untuk khalifah pun ditetapkan. Dengan gaji yang sedikit itulah Khalifah Abu Bakar memenuhi keperluan sehari-hari keluarganya.

***
Suatu hari, istri Abu Bakar berkata kepada suaminya. "Rasanya sudah lama kita tidak menikmati manisan. Bulan depan aku akan lebih menghemat keperluan kita, dan menyisakan sedikit demi sedikit dari uang gaji tersebut untuk membuat manisan." Khalifah pun menyetujui keinginan istrinya.

Bulan berikutnya, setelah berhasil menekan keperluan, uang untuk manisan pun terkumpul. Istri khalifah pun berkata, "Uang kita telah terkumpul, dan kita bisa membuat manisan."

Khalifah hanya terdiam ketika istrinya menunjukkan uang hasil penghematan tersebut. Lalu, khalifah pun mengambil uang tersebut dari tangan istrinya dan berkata, "Rupanya selama ini kita telah menerima uang gaji dari Baitul Mal yang melebihi keperluan kita sehari-hari."

Setelah berkata demikian, Sang Khalifah pun pergi membawa uang itu ke Baitul Mal dan bermaksud mengembalikannya.

Sejak saat itu, Khalifah Abu Bakar As-Shidiq menerima uang gaji sejumlah gaji awal yang telah dikurangi dengan jumlah uang yang dapat dihemat oleh istrinya itu. Subhanallah.

Semoga Alloh SWT memberikan hidayah kepada kita semua untuk mampu meneladani sifat-sifat Khalifah Abu Bakar As-Shidiq Radiyallahu Anhu. Amiin. []
Previous
Next Post »

2 komentar

Write komentar
June 19, 2015 at 9:49 PM delete

Terima kasih, Mbak Wahyu Widyaningrum. :)

Semoga Alloh SWT memberikan hidayah kepada kita semua untuk mampu meneladani sifat-sifat Khalifah Abu Bakar As-Shidiq Radiyallahu Anhu. Amiin. :)

Reply
avatar

Terima kasih telah membaca.
Berikan tanggapan Anda di kolom komentar. EmoticonEmoticon