Sajak Malam Gelap

Teater Kidung UMS








Aku bersyair di dalam kegelapan

dalam gelapnya malam

pada sebuah kamar gelap sunyi

juga dalam gelapnya otakku




Hanya nyala rokok menemaniku

membantuku menatap kertas putih

yang kulihat menjadi begitu gelap

nyala itu terlampau kecil

seperti kecilnya damba-harapku


Kupikir tidaklah mengapa sesekali aku mencoba keadaan ini

Harapku adalah pada datangnya sebuah keajaiban

akan datang terang di hatiku

dan akan sinar di mataku yang terlalu sering terluka

sebab terpanah cinta pada dirimu


Keajaiban memang sesekali datang menyapa

Namun alangkah tolol jika berharap itu

senantiasa nyata terwujud


[] Maret 2011
Previous
Next Post »

Terima kasih telah membaca.
Berikan tanggapan Anda di kolom komentar. EmoticonEmoticon