Ah, Kau Memang Payah!

Aku tlah terlampau lelah
mencumbui keluh kesah dan peluh yang basah
Airmataku tlah tumpah
dan darah tlah menggetah



Sedangkan tapak-tapak kaki, dan
kepak-kepak sayap hasrat dalam hati
menjelaga sejarah
tak terpisah
meski kisah hanyalah ludah

Pada akhirnya hanyalah sebuah naskah
yang susah kau meremah
andai kau letakkan talam pikiranmu yang payah
pada kotak-kotak hadiah
yang sarat kata menyerah




[] Semarang, Kamar yang masih Sunyi, (13/7), 23.59
Previous
Next Post »

Terima kasih telah membaca.
Berikan tanggapan Anda di kolom komentar. EmoticonEmoticon